header image
 

1 + 1 = 1

senangnya kembali ke rumah setiap hari

mungil, hangat dengan susu coklat

selimut rajut dan kue manis

terlindung dari ganasnya badai

bebas dari mata-mata yang mengintai

meringkuklah kita seperti anak-anak beruang di musim dingin

berkumpul dan bersyukur

bahagia mengumpulkan cerita dalam sehari

melewati malam

bersiap menyambut matahari

kemudian harapan ‘kan bertumbuh kembang

senyuman ‘kan merekah cerah

saat inilah yang kita nanti

ketika terang menjelang, mari kita bekerja lagi

karena masa depan terus menanti…

* for a bright future :)

blue would be nice.

as i rest in this mortal slumber,

floor begins to crumble

i stumble,

i try to be humble…

green grass, trees and flowers

such wonders

i am back in an afterlife state,

and yet i’m still alive

to create,

to confiscate,

all the times i’ve stayed up late…

gruesome, bothersome,

but i saved some

for whatever will come.

i’ll go home

i’ll regain what once gone

which is my throne

my only one

beneath the setting sun

and i’ll have your smile beside me

where your eyes glow like fireflies

we’ll leave behind all of our lies…

hey,

we don’t live twice,

so no more disguises…

…and blue would be nice.

~ sinergi ~

merekah, membahana dan berdentum;
aliran listrik dari berbagai penjuru bertautan,
percikannya menyilaukan mata, namun memanjakan jiwa,
liar namun terkontrol,
abstrak dan indah,
meluap hingga tubuh tergetar,
gentar…

semua makna dari semua kata yang ada,
menyerahkan dirinya,
menyaksikan semua pengalaman,
pembentukan impian,
pengukuhan jalan,
penyatuan dua insan,
dan waktupun berpihak;

pada yang hidup untuk bermimpi,
berimajinasi,
dan meraihnya dengan penuh semangat dan perjuangan…

kata-kata, tinta, bangun ruang dan nada;
bercintalah dengan kehadiran kami,
seperti kami bercinta dengan kebaikan dan hati nurani…

dan kamipun akan meraih kebahagiaan yang hakiki.

7 not!

7 not,
menari di atas partitur

7 not,
melangkah tak teratur

7 not,
riangnya takkan luntur

bergemuruh guntur
kadang melantur
tetapi sempurna berbaur

memetakan jalan panjang
menerjang, bersuara lantang
jangan biarkan ada yang hilang
karena semua hanyalah jenjang
yang mungkin sesekali datang mengundang perang

pertahankanlah pendar warnamu
di saat semua terlihat semu
kau akan sadar yang kini selalu menjadi lalu
dan masa depan gelisah meraih pintu

kemudian kau berjalan, mengambil ancang-ancang, mempercepat langkah, berlari, berkecepatan penuh, dengan dorongan kuat untuk lepas landas, keinginan bebas, pergi untuk pulang dengan penuh ketakutan hingga akhirnya terbang setinggi-tingginya tanpa batas, tanpa ragu, tanpa beban……………..dan tanpa daya!

sampai akhirnya…

kau tersadar,
dirimu tak pernah pergi kemanapun,

kemauanmu lah yang menuntunmu menjadi siapapun yang pernah kau impikan.

a-loopless-loop-loopless-a-loopless-us.

great things in life may come and go;

but we are every hour, every minute and every second of every moment.

we are happy, we are the happiness itself;

…thus, we are immortal.

kemudian. aku.

akar-akar menancap kuat, menggerogoti jantung
ingin berteriak, usir panas, cepat lepas
apa yang terjadi?

bukankah semua telah datang?
mengapa semua terasa hilang?
dada terhimpit, rongga menyempit
sakit
perih
keadaan sulit
jerit!

berontak
penghuni tak diundang
datang
kepalaku ditendang-tendang
terus berulang
tak hilang
panjang!

nyeri
mimpi

dimanakah ini?
apakah aku mati suri?

ku menggigit bayanganku
itulah yang tersisa dariku
semoga kita akan bertemu
ketika aku selesai menutup buku.

kemudian.

aku.

‘kan.

tersenyum.

dan.

menjelma.

menjadi.

b.

a.

t.

u.

[ DUAR!!! ]

Lihat! Ada kembang api! Meletup, memercik, meluncur…

Lihatlah bagaimana ia seakan membelah malam…

Kedua belah mata dimanjakan, senang,
bebas memilih kiri, atau kanan…
Ataukah mata kita akan terpaku di tengah?
Padahal kita ingin melihat bintang dan bulan…
Atau kembang api? Yang mana yang ingin engkau pilih?

Lihat! Kembang api telah mekar!
Mengembangkan warna-warninya!
Menyerukan suaranya! Menggelegar!
Hingar-bingar!
Bintang meredup, meringkuk ketakutan,
Bulan berlindung diantara awan…lenyap!

Kemana mereka? Kembalikan mereka!

Lihat! Tak satupun orang yang peduli!
Mereka sibuk melihat kembang api merajalela!

…Kuraih tanganmu, kugenggam erat,
kutarik napas panjang, lalu kupanggil; “Hei…”

Ketika bola matamu menjelajahi wajahku,
ujung bibirku meregang, menarik senyuman…

Lihat! Kitalah bulan dan bintangya!

dan disinilah hidup dimulai.

api menyala, berkobar dan menjilat ke segala arah.
memuntahkan bara, membakar membabi buta.
lautan magma, fatamorgana.
gelombang udara panas. terperangkap tak bisa lepas.
pergolakan. kemunafikan. sesak. kenyataan. blah!

sekejap langit-langit retak, runtuh perlahan dan meneriakkan kesakitan yang amat sangat.
dinding datang dari segala arah, menghimpit, menyempit. sakit!

mati! mati! mati! tidak!

MELEDAK SERENTAK!!!

……………………

asap.

…………………….

kesulitan bernapas.

……………………..

disorientasi sejenak.

!!!

kurungan telah lenyap. langit terbentang luas tanpa batas.
malam yang sangat megah.

air keluar dari sudut mata, mengalir perlahan mengikuti alur wajah.

keajaiban Tuhan. persimpangan jalan. bulan dan bintang.

cahaya kuning lembut menyambut.
membelai tenang. membukakan jalan.
tersucikan. terlahir kembali.

sekujur tubuh menjadi ringan. terangkat. bersinar terang.

pasrah.

tangan terbuka.

[ bahagia ]

raga melebur. semakin tinggi, semakin cepat. semakin luruh.
semua yang melekat terlucuti satu-persatu.
telanjang.
tenang.
menerjang.

…menjadi bintang.

dan disinilah hidupku dimulai.

…thanks a lot for everything, :)moon…

“welcome home, *shine!”

it’s good to be back…

glad we crossed paths, dear…

[XY]

because hey!

trapped between dimensions
colors,
sounds,
movements,
tiny fractions of moments,
they have all but meaning

cords,
billboards,
people walking,
i’m not anticipating

sparks flying,
tires screeching,
i’m tired of trying,
my past is crying

drowning.

pretending to be what i’m not,
giving my so-called best shot
oh give me a decent head shot!

decapitate me,
slice me,
eat me as your dinner,
enjoy me while i last,
spill my blood and feed me to hungry sharks,
or just…leave me alone,
because hey! i’m already dead anyway!

the birth of a new persona.

evil awakes inside me.
one egg hatches, a thousand smiles buried.
gloom evolves, eternal night blossoms.

angel of death becomes my shadow,
agony becomes my passion,
dark gargoyles silently bow before me,
as i celebrate the birth of a new persona.

i will curse my own mortality, so i will live peacefully in my own death.

this is a perfect dawn,
and this will be a perfect ending for this perfect life of mine.


- may you live happily ever after with the last good pieces of me that you took.

dusk x dawn

why is dawn coming so soon?
is it regretting what night has done?
please, don’t give sunshine too soon,
i still want to be someone.

oh no, my ideas are fading,
my senses are dead,
my soul is starving and my life is ending.

i am tired, i am just anybody.
flickering, stuttering, out of reach and out of date.

please, let now be five!
make dusk linger for a while.

then give back night,
with comforting lights,
pull me out and hide me inside,
where the world is not watching me,
where everyone isn’t me,
where i can be me,
and i will not let myself go again.

…so good night to you,
this will be a good day for me!

a silent waltz

you are the one who doesn’t know how to quit,
and i am the one who doesn’t know how to begin.

have you got the chance to give it a chance?
or you just take chances by any chance?

breath, feel and release.

close your eyelids and open your senses.
tell me what you see.
wonderful as it may be, there might be nothing for you and me.

are you happy now?
are you still searching for it?

everyday is my dying day,
i don’t have the courage and i must pay,
even though i really want to play,
i am too scared that everything wouldn’t be okay.

please entertain me.
say anything to me.
enlighten me,
and reassure me.

because as far as i know,
i want to be your broken-winged guardian angel,
i want you to be found when you’re lost,
i want to be a static sleep between your nightmares,
i want to be your neverending progress,
i want to be the one who understand you,
i want to be the man on your side so you can be the spotlight,
i want to be the one who like to hate you,
i want to be someone you can count on,
and nothing in the world, i mean nothing,
would ever change how i care for every second of your life.

because your life is what creates mine.

c.o.m.f.o.r.t

we’re walking on a memory lane,
with colorful trees and a warm breeze,
yeah…we’re at ease.

let’s not think about anything,
we won’t have to wait for a sign,
just pretend that we’re fine, and we’ll be fine.

don’t worry, i’ll support you,
i’ll watch your back,
even though you’re not watching me back,
so you’ll feel safe.
so you’ll be optimistic.
so you’ll bring out the best in you;

because you are best being you.

our future rise doubts,
that leads to uncertainty,
but hope makes us true believers,
and every little thing would be a lifetime achievement,
as long as we keep on walking.

smiling, laughing and believing.

yeah…we sure have a lot of questions,
and we may not have all the answers,
but we went through a lot,
just to prove ourselves,

hasn’t it been enough?

aren’t you happy enough?

because i’ll be happy if you do.

come on, let’s go to somewhere nice :)

Amnesia

Jumat, 20 Juli 2007, 11.02 PM

Seorang perempuan tersungkur di trotoar. Kehujanan. Terisak-isak. Kebingungan. Ketakutan. Jantungnya serasa mau meledak menahan emosi. Perempuan itu bernama Asa.

Seorang laki-laki tertidur di kamar rumah sakit. Bernapas tidak beraturan. Mukanya sangat letih. Badan penuh luka yang dibalut. Cairan infus mengaliri nadinya. Laki-laki itu bernama Makna.

Petir tidak berhenti menyambar. Angin kencang menerpa pepohonan, membuatnya meliuk-liuk liar. Setiap tetes hujan menabrakkan diri ke atap rumah, jendela, jalan, lampu, mobil, rerumputan beserta beribu benda lainnya yang diam tidak berdaya. Tidak ada manusia berani keluar malam itu. Kehidupan seakan terhenti.

Jumat, 20 Juli 2007, 10.34 PM

“Makna…please ngomong dong…jangan diem aja…aku bener-bener nggak ngerti kenapa sikap kamu kayak gini…aku udah berjuta-juta kali minta maaf, aku udah jelasin semuanya setengah mati, please kasih tanda kalo kamu ngerti…sekali aja…aku…”

Makna terdiam. Pandangan hampa. Menerawang ke luar jendela. Malam sedang menangis.

“Makna…kamu kenal aku dari dulu…kamu selalu jadi orang yang paling ngerti aku…kamu selalu tau segala pikiran, perasaan, kemauan dan ketakutanku…please, Makna…inget itu, kamu pasti ngerti banget gimana aku, dan apa yang aku rasain seutuhnya….”

Makna masih terdiam. Matanya menunjukkan kesedihan yang amat sangat.

Kemudian Makna mengeluarkan beberapa patah kata yang lirih; “Tolong jangan ganggu aku lagi…jangan buat aku makin sedih…aku sayang banget sama kamu, Asa…tapi aku nggak bisa begini terus…lebih baik aku nggak mikirin kamu lagi…bye, Asa…”

Kamis, 19 Juli 2007, 07.22 AM

“Makna…maafin aku yah udah buat kamu jadi begini…Aku sedih banget ngliat kamu kayak gini…Aku nggak tega, Makna…Aku sayang banget sama kamu…”

Asa mengusap dahi Makna yang sedang tertidur pulas.

Asa menghela napas.

Asa memandangi wajah Makna, seseorang yang ia kenal dari kecil. Seseorang yang sudah melewati berbagai pengalaman bersamanya. Seseorang yang telah menjadi bagian terpenting dalam hidupnya. Setia dalam suka maupun duka.

Asa teringat masa kecilnya bersama Makna. Bermain-main di lapangan, mengejar layangan, bercanda dan tertawa lepas. Murni dan polos. Ingin rasanya punya kebahagiaan seperti itu lagi.

Rabu, 18 Juli 2007, 01. 35 PM

Makna sedang makan siang di tempat tidurnya. Makanan khas rumah sakit yang tidak ia suka. Tapi terpaksa, “biar cepat fit” kata dokter. Tidak ada orang lain di dalam ruangan kecuali Asa.

“Makan yang banyak yah…Aku tau kok rasanya nggak enak, tapi aku bangga kamu mikirin kesehatan kamu…Aku bangga banget…”

Makna sibuk mengunyah.

“Makna…”

Makna tetap sibuk mengunyah.

“Makna…aku…mmm…”

Asa memberanikan diri.

“Aku seneng kita nggak kenapa-napa…aku seneng masih bisa ketemu kamu di sini…Tapi aku bener-bener nyesel lho, udah bikin kamu kayak gini…Maafin aku yah? Kamu tau kan aku nggak pernah bermaksud jahat sama kamu?”

Makna cuma mengangkat bahu.

“Nggak apa-apa kok kalo kamu mau marah sama aku…Tapi jangan diem aja yah…Aku kan sedih ngliat kamu cemberut terus kayak gitu…seenggaknya bilang apa, gitu, sama aku…”

Makna melihat Asa sebentar, kemudian melihat ke arah lain.

Asa tiba-tiba teringat.

“”Oh, iya…aku buat sesuatu untuk kamu nih…”

mengalir perlahan di nadi-nadiku.
melambat. berat. hangat.

terbuailah jiwa yang lirih.
terhiburlah. terselamatkanlah. tersenyumlah.

rasuki relung-relung pikiranku.
bergerak maju. melaju. terpacu.

tuntunlah bahagiaku dengan warnamu.
mengusir sunyi. menunjukkan diri. menemukan arti.

jiwa raga kita ‘kan lepas dari kekangan masa.
harapan kita ‘kan melebur dan menyatu.
keraguan kita ‘kan hilang terbinasa.
dan seluruh semesta ‘kan mengharu biru.

merayakan perasaanku.

merayakan perasaanmu.

selalu.

“Cepet sembuh ya, Makna…”

Selasa, 17 Juli 2007, 07. 01 PM

Ibu Makna datang. Beliau ingin menemani Makna hingga esok pagi. Beliau membawa berbagai perlengkapan untuk menginap di dalam sebuah tas besar.

Dokter memberitahukan kemajuan kesehatan Makna. Beliau tersenyum lega mendengarnya.

Makna sudah mulai bisa makan sendiri.

Senin, 16 Juli 2007, 11.11 AM

Makna dijenguk adiknya.

“Makna kangen banget sama Asa…”

Adiknya mengangguk penuh pengertian. Kemudian Makna menutup mata kembali.

Asa juga tidak berhenti memikirkan Makna. Asa tidak sabar bertemu Makna lagi. Asa ingin memberi sesuatu untuk Makna.

Minggu, 15 Juli 2007, 03.13 AM

Makna demam tinggi. Badannya berkeringat deras. Ia tidur, tetapi tidak menikmatinya. Sekujur tubuhnya terasa sakit.

Semua kejadian beberapa hari ini melintas dalam mimpinya. Campur aduk dan begitu cepat berganti-ganti adegan.

“Makna!”

“Hahahaha…”

“Maaf yah Asa nggak bilang…”

“Awas!”

“……………”

“mmm…blh…”

“Nggak lama-lama kok, ma…”

Makna terbangun. Matanya melotot. Napasnya tersengal-sengal. Ia ketakutan mengingat itu.

Kamis, 12 Juli 2007, 09.28 PM

1 new message

SMS dari Asa.

“makna, gi apa?sabtu mlm jln sm asa yuk..bosen niy dirmh mlulu..pgn cb mkn ditmpt yg makna blg wkt itu d..kbrin yah!”

Reply.

“lg dgrin lagu ni…mmm…blh…tp liat keuangan dl ya…takutnya bsk ada kperluan mdadak, ntar dikbrin lg deh…”

Send.

Makna senyum-senyum sendiri. Makna punya banyak kenangan. Banyak juga perasaan yang tersimpan dalam-dalam.

“Apa sih yang nggak dibela-belain buat Asa?” kata Makna dalam hati.

Asa, salah satu orang terpenting dalam hidupnya. Sahabat kecilnya. Teman di kala senang, teman di kala sedih pula.

Lucu. Pintar. Kreatif. Senang tertawa. Cukup keras kepala. Kadang konyol. Spontan. Mudah bergaul dengan siapa saja. Sangat perhatian.

Makna menikmati lagu-lagu dari Hope Sandoval and the Warm Inventions dan terlelap tak lama kemudian.

Jumat, 13 Juli 2007, 10.44 PM

“Halo…kita jadi pergi kan besok?”

“Jadi dong…”

“Apa? Asa mo traktir? Baik banget sih hahaha…”

“Enak aja! Kondisi keuangan kita jelas-jelas senasib!”

“Iya, iya, becanda ah…Makna juga ngerti, kale le le le…”

“Aneh lu! Dasar…Nama Makna, tapi becandaannya nggak!!! Eh, jangan telat-telat banget jemputnya ya, takut tempatnya keburu penuh…”

“Siap, ndoro! Dasar lu! Dah bagus dijemput!”

“Ah sayang, gitu aja marah…Kan maksud aku baik…Ntar nggak aku kasih lagi, lho ahahahaha…”

“Sayang, sayang, kacrut lu ah! Yaudah, sayang pulsa ni nelpon lama-lama!”

“Yaudah…sampe besok yah Makna…Dah…”

“Dah Asa…”

Muka Makna memerah.

Sabtu, 14 Juli 2007, 07.12 PM

“Aduh maaf yah agak telat, di jalan macet banget soalnya…biasalah banyak orang nggak penting yang berasa keren nyempit-nyempitin jalanan…”

“Alaaah kayak dulu nggak pernah kayak gitu ajaa…”

“Nggak tuh…Kan dari dulu setiap malem minggu demenannya ngaji sampe subuh.”

“Ih, orang kayak lu gitu??? Nggak banget sih! Yuk ah.”

Makna pamit ke orangtua Asa, kemudian mereka langsung berangkat dengan terburu-buru.

Sabtu, 14 Juli 2007, 08.03 PM

Ketika mereka sampai di tempat tujuan, mereka agak kaget karena ternyata tempatnya tidak sepenuh yang mereka bayangkan. Mereka bahkan bisa memilih spot yang nyaman.

Makan. Mengobrol. Mengunyah. Tertawa. Tersedak. Minum. Ceria. Bersenang-senang. Seru. Tambah minum. Click. Chemistry yang kuat. Malam itu milik mereka.

Sabtu, 14 Juli 2007, 09.36 PM

“Udah yuk, berhitung…”

“Ayo, satu… dua… tiga… KABUR!”

“HEH! Jangan! Jangan tinggalin Asa maksudnya hehehehe…”

“Bodoh!”

Setelah membayar, mereka beranjak ke mobil.

“Kita jalan lagi yuk, cari tempat ngobrol yang enak mau nggak?”

“Emang Asa mo kemana?”

“Kemana ajalah, terserah…Kan Makna juga tau tempat-tempat kesukaan Asa yang kayak gimana…”

Makna belum tahu harus ke mana. Tetapi Makna tidak terlalu memikirkan itu. Yang penting bisa menghabiskan waktu bersama Asa. Makna mengendarai mobilnya perlahan. Menikmati lampu-lampu kuning dari jalanan. Menikmati waktu-waktu bersama Asa. Bersyukur pada Tuhan karena selama ini telah didekatkan dengan Asa.

“Makna!”

“Apa sih, ngagetin aja!”

“Cewek yang waktu itu pakabar?”

“Ah ngapain ditanyain lagi sih? Asa kan tau banget critanya gimana!”

“Hihihi iya, kan godain aja, biar kesel!”

“Aduuh jadi nggak enak ni suasananya…Jadi sedih kan…”

“Jangan doong…Makna tau kan, kalo Asa sayang sama Makna? Asa paling nggak mau liat Makna sedih…”

“Iya, tau…Asa juga sahabat yang paling Makna sayang…”

“Tapi Asa sayang sama Makna jauh lebih dalam dari itu…”

Makna tertegun sejenak.

“Eh…?”

Makna menyesal telah mengeluarkan dua huruf yang kurang penting itu.

Jantungnya serasa mau copot. Adrenalin meningkat. Banyak pikiran muncul dan menambah beban keadaan yang sudah berat.

“Iya…Asa ngerasa cuma Makna satu-satunya yang selalu bikin Asa bahagia…Yang selalu ada buat Asa…Yang paling sabar ngadepin Asa…Yang paling ngerti apa mau Asa…Maaf yah Asa nggak pernah bilang dari dulu…”

“Oh?”

Makna semakin kesal dengan diri sendiri. “Aduuuuh, bego! Ada apa sih sama dua huruf???” katanya dalam hati.

“Asa tau kok Makna pasti ngerti banget apa yang Asa omongin…Emang Makna nggak pernah kepikiran untuk ngejalanin bareng Asa ya?”

“Mm…Uhh…Yaa…Gimana ya? Tunggu, tunggu…Ambil napas dulu…Huufff…Ngomong-ngomong kita parkir dulu aja yuk, di sini spotnya enak banget buat ngobrol…”

Sabtu, 14 Juli 2007, 10.09 PM

Makna akhirnya membuka semua. Perasaannya selama ini. Harapannya. Pengorbanannya. Kesabarannya. Bagaimana semua yang mereka alami dari kecil menjadi pengalaman terpenting bagi hidupnya.

Asa tersenyum. Asa memeluk Makna. Makna mengelus punggung Asa. Sudut mata Asa sedikit basah. Harum. Nyaman. Disinari lampu remang-remang dari jalan. Bahagia. Saat terbaik dalam hidup. Akhirnya.

Arti pelukan itu sangat dalam untuk mereka.

Penyatuan jiwa. Luapan emosi. Pelepasan keinginan yang selama ini tertahan.

Persamaan.

Keindahan.

Soulmate.

Aksara telah kehilangan makna dihadapan kejadian itu.

“………….”

Sabtu, 14 Juli 2007, 10.53 PM

Mereka berdua telah menemukan satu tujuan hidup baru.

Menyenangkan satu sama lain. Mendukung satu sama lain. Mengerti satu sama lain. Mempercayai satu sama lain.

Pelipur lara. Pemapah batin.

Masa depan yang menyenangkan.

” ##### ”

Suara handphone Asa.

Asa ditelepon ibunya.

“Nggak lama-lama kok, ma…Lagipula kan perginya sama Makna…Mama tenang aja ya…Dah mama…”

Makna menyalakan mesin mobilnya.

Kemudian memasang cd.

Sigur Rós - Ágætis Byrjun.

Bjartar Vonir Rætast
Er Við Göngum Bæinn
Brosum Og Hlæjum Glaðir
Vinátta Og Þreyta Mætast
Höldum Upp Á Daginn
Og Fögnum Tveggja Ára Bið
Fjarlægur Draumur Fæðist
Borðum Og Drekkum Saddir
Og Borgum Fyrir Okkur
Með Því Sem Við Eigum Í Dag
Setjumst Niður Spenntir
Hlustum Á Sjálfa Okkur Slá
Í takt við tónlistina
Það Virðist Enginn Hlusta
Þetta Er Allt Öðruvísi
Við Lifðum Í Öðrum Heimi
Þar Sem Vorum Aldrei Ósýnileg
Nokkrum Dögum Síðar
Við Tölum Saman Á Ný
En Hljóðið Var Ekki Gott
Við Vorum Sammála Um Það
Sammála Um Flesta Hluti
Við Munum Gera Betur Næst
Þetta Er Ágætis Byrjun

Mobil dari arah berlawanan.

“Awas!”

Tiba-tiba semuanya menjadi gelap.

Makna…I’m so happy to be with you…

Sabtu, 14 Juli 2007, 11.44 PM

Ambulans.

ICU.

Sekumpulan orang berbaju putih.

Angkat. Taruh.

Steril.

Obat-obatan.

Setengah sadar.

Perlahan hilang.

Minggu, 15 Juli 2007, 09.25 AM

Makna terbangun.

Disorientasi.

Mencoba mengingat apa yang terjadi.

Pening.

“Asa…”

Badannya terlalu lemah.

Hilang kesadaran lagi.

Minggu, 15 Juli 2007, ?

Samar-samar terdengar suara televisi.

” …mabuk dan mengendarai mobil, menabrak mobil lain berisikan dua penumpang, satu pria dan satu wanita. Dilaporkan bahwa penumpang pria mengalami luka parah, sementara penumpang wanita tewas akibat kehabisan darah, ketika sedang dilarikan ke rumah sakit terdekat. Keterangan lebih lanjut…”

Minggu, 15 Juli 2007, 17.18 PM

Makna menangis sekencang-kencangnya.

* * *

Minggu, 15 Juli 1990, 17.18 PM

Dua anak berlari-lari sambil tertawa.

Tanpa beban.

Tanpa pikiran.

Tanpa paksaan.

Mereka terlihat sangat bahagia.

Kenangan ini akan mereka ingat seumur hidup.

“Makna! Udah sore niih, pulang yuk!”

“Yuk! Tapi besok kita main lagi ya! Jangan lupa lho!”

“Iya! Hahahaha! Sampai besok ya!”

“Dah Asa!”

“Dah Makna!”

Sinar mentari terbenam memeluk tubuh mungil mereka, menciptakan tarian bayangan diantara langkah-langkah kecil yang berlarian pulang ke rumah.

Makna dan Asa kecil mengembangkan senyum tak henti-henti, merasa beruntung punya teman yang selalu membuat hati mereka gembira.

Asa…I’m so happy to be with you too…

Sharmila : Sebuah Pencarian Jati Diri.

Klik. Perlahan api menyambar rokok. Menyulut tembakau hingga berubah menjadi gumpalan asap.

Ia terduduk sendiri di jendela. Menarik. Menghembus. Mengepulkan. Melihat kejauhan.

Saat inilah paling damai. Gelap. Sepi. Langit hitam tanpa bintang. Gemerlap lampu kuning menyinari jalan, menciptakan berbagai bayang.

Dan kemudian… datanglah sosoknya.

"Kenapa harus dia?" tanyanya dalam hati, sambil setengah mati menahan sumpah serapah. Kata-kata keputusasaan. Harapan yang sia-sia.

"Ah…meranggas aja terus. sial."

Abu memberontak, melepaskan diri dari bara, kemudian terbang, melayang-layang dan luruh tertiup angin.

Kenangan demi kenangan menari dalam benaknya.

Pengalaman hidup. Kesuksesan. Kegagalan. Petuah. Khilaf. Insyaf. Pilihan. Keberanian. Semua bercampur aduk.

Tetapi ada satu kenangan terpisah dari yang lainnya.

Kenangan itu tersasar dalam perasaannya.

Kenangan tentangnya.

Satu kenangan yang seharusnya dikubur dalam-dalam. Seharusnya telah habis digerogoti ulat-ulat dalam benaknya.
Tetapi tengkorak takkan habis dimakan masa. Menunggu untuk diziarahi sesekali. Diperindah dengan tanaman dan wewangian bunga-bunga.
Pembenaran yang menyakitkan. Tetapi akhirnya dituruti juga. Menjadikan dia, "tengkorak" itu, sebagai racun dalam jantungnya. Dia, dia, dan dia lagi.

"…"

Dua tahun penuh kejutan. Ia belajar menyukai seseorang dengan perlahan. Melupakan semua dorongan instan. Mengetahui makna pengorbanan yang sebenarnya. Mempercayakan segenap hidupnya tanpa syarat. Sekujur tubuhnya terasa ngilu.

Mereka telah melalui banyak waktu bersama. Berbagi tawa. Berbagi cerita lucu. Berbagi sedih. Berbagi pundak. Berbagi pemikiran. Berbagi ide. Berbagi jiwa.

Ada satu kalimat yang ia selalu ingat. Bermakna. Mengenyuhkan. Menenangkan.

"[ Aku ] tahu kesepian itu apa. [ Aku ] hidup dalam kesepian. Tapi [ aku ] nggak akan membiarkan [ kamu ] menderita seperti [ aku ]. [ Aku ] akan terus ada di kala [ kamu ] butuh seseorang. [ Aku ] akan terus membuat [ kamu ] merasa berharga. [ Aku ] akan memberikan makna pada setiap langkah kecil. Pada setiap pilihan yang [ kamu ] ambil. Pada setiap senyum yang [ kamu ] nanti. Pada setiap harapan yang [ kamu ] cipta. Pada setiap kepedihan yang [ kamu ] ingin lupakan. Untuk masa depan. Untuk perubahan. Untuk kebahagiaan. Dan untuk…kita. Janji."

Dia menggenggam janjinya dengan erat.

Dia selalu ada.
Di saat ia mendapatkan sepatu yang ia suka.
Di saat ia jenuh dengan rutinitas sehari-hari.
Di saat ia makan dan ada nasi menempel di pipinya.
Di saat ia terjebak macet.
Di saat ia lupa akan janji dengan seseorang dan bingung mencari alasan.
Di saat ia terlalu lama bercermin.
Di saat ia ragu.
Di saat ia yakin.
Di saat ia melirik lelaki lain, dan dia tahu tetapi mengerti.
Di saat ia memutuskan untuk meninggalkan rumah.
Di saat ia merasa tidak percaya diri.
Di saat ia merasa sangat percaya diri.
Di saat ia kehilangan semangat.
Di saat ayahnya meninggal.
Di saat orang-orang menganggap ia aneh.
Di saat ia mencari kos.
Di saat ia melamar pekerjaan.
Di saat ia hancur berkeping-keping.
Di saat ia tertawa terbahak-bahak.
Di saat ia menerima gaji pertamanya.
Di saat ia menikmati waktu senggangmya.
Di saat ia mengambil keputusan penting dalam hidupnya.

Di saat ia akhirnya benar-benar…membutuhkan dia.

Sampai saat itu… Satu waktu yang sangat ingin ia lupakan.

Kenyataan.

Pemusnahan segala angan.

Pembantaian kebahagiaan.

Kiamat.

"Ibuku…ingin [ aku ] punya keturunan dengannya, bukan denganmu…[ Aku ] sudah coba jelaskan keadaanku berjuta-juta kali, tapi dia tidak peduli sama sekali. Semua yang telah ibu putuskan tidak pernah bisa dibantah. Katanya untuk kebaikanku. Tapi tahu apa dia tentang kebahagianku? Perasaanku jauh lebih hancur dari perasaanmu. [ Kamu ] nggak akan pernah tahu seberapa besar dan tulus perasaanku. [ Kamu ] nggak akan pernah tahu betapa remuknya jiwa dan semua kebahagiaanku harus pisah darimu. [ Aku ] terpaksa menyadari kewajibanku sebagai kepala keluarga dan penerus keturunan…Tapi…[ kamu ]…akan selalu jadi satu-satunya. [ Aku ] akan mematikan perasaanku untuk selamanya. [ Kamu ] akan menjadi orang terakhir yang pernah merasakannya. Merasakan milik manusia yang paling murni dan berarti. Dan tak akan ada sesuatu di alam semesta bisa mengalahkan apa yang pernah kita miliki. Apa yang pernah kita rasakan. Apa yang pernah kita perjuangkan. [ Aku ] akan bersyukur seumur hidupku, bahwa [ aku ] pernah merasakan kebahagiaan yang sebenarnya dan seutuhnya, di saat [ aku ] menjalani ini semua sama [ kamu ]…"

Klik.

Hisap. Hembus.

Batang ke empat.

Air mata.

Gemetar.

Rapuh.

Lunglai.

Ia coba menguatkan diri. Menyusun kembali pecahan-pecahan yang  telah tercerai-berai. Menutup kenangan tentang pria itu. Maju selangkah menuju masa depan.

"Aku, mulai detik ini…akan memusnahkan jati diriku yang dulu, untuk selamanya.

Aku…tak akan pernah lagi…menjadi…"

Kemudian ia berdiri, berjalan ke arah lemari pakaian, memilih gaun.
Setelahnya ia duduk di depan cermin untuk memperindah diri secantik mungkin. Ia  juga memanjakan tubuhnya dengan gelang, kalung dan anting yang membuatnya terlihat sangat elegan.

Ia memasangkan sepatu hak di kedua kakinya yang halus dan jenjang.
Membetulkan gaya rambutnya yang hitam dan panjang.

Tiba saatnya melebarkan senyum dan melenggok dengan anggun.

Waktu terhenti sesaat. Semua suara kabur dari pendengaran.

Ia sekali lagi meyakinkan diri.

Memantapkan satu pilihan untuk hidupnya.

Membentangkan jalur yang pasti untuk langkah-langkahnya.

Mengokohkan niat.

Dan ia…

mengucap kalimat semegah semesta.

"Aku…
tak akan pernah lagi…

menjadi Sarno Kumara…"

Dan Sharmila pun tenggelam di antara hiruk-pikuk kota. Di malam remang-remang.   Menjajakan kemolekannya di hadapan para pengendara motor yang berlalu-lalang.

"Tigapuluhribuan oom sekali pegaaang…Emut-emut juga boleeee…Kena gigi graatiiiiis"

a beautiful mind.

sendiri memang tidak pernah menyenangkan.
tetapi kesendirian adalah keindahan.

dan keindahan dapat tercipta dalam kesendirian.

menunggu. detik demi detik. satu, dua, seratus, hingga seribu hal sekaligus. berputar-putar di kepala, menjalin sarang laba-laba yang saling terkait dan membentang hingga sudut-sudut pikiran terjauh. memaksa diri. membiarkan imajinasi. merambah segala dimensi. bahkan menjangkau nurani. membuka semua indera dan menghibahkan diri untuk melebur diantara musik, detak jantung dan masa depan.
kemudian semua berubah.

napas melambat, segenap suara menjauh dari kesadaran. lalu luruhlah raga dihadapan ide.
auranya selalu tembus hingga sel-sel terkecil. mencari jiwa. menemukan jiwa. mengangkat jiwa menembus kekangan raga. perlahan keluar melalui pori-pori. mengajaknya bersatu. kemudian datanglah badai terhebat. jebakan maut. inspirasi.

terbang tak karuan, terombang-ambing melingkari poros, kesetanan, aktif melebihi kapasitas, ecstatic!!
Tuhan! semua bekerja begitu cepat! warna! bahasa! nada! bentuk! konsep! teori! chemistry! multiple orgasms in a very healthy way!
karya! karya! karya! mahakarya!!! BIG BANG!!!!!

…kemudian badai hilang sekejap.
jatuh, berdebu.
berguling hening.
terdampar di tengah gurun.
malam dan dingin.
suara mulai kembali.
hmm.. ada mogwai di sana.
“kids will be skeletons”.
great job, guys! lagu-lagu kontemplasi murni. masterpiece.
kantuk menyerang. tenaga terkuras. istirahat. penyerahan total. penyadaran diri.

hari menghentikan langkah, menahan ritme biologis hingga titik terendah. bergerak turun, meluncur dengan teratur.

penghambaan total. semoga keajaiban terjadi lagi.
ayo mimpi, bawa semua angan ke sini!
biarkan kenyataan sesaat menyenangkan. mengembangkan senyum. memuaskan harapan. walau di pagi hari takkan ada yang peduli.
biarlah.
yang penting bahagia saat ini.
malam ini.
detik ini.
di akhir cerita ini.

…i am just…happy.
because we are lucky to be alive.

mélodie

living isn’t a walk in the park;
every failure leaves a mark.

but music is our lost souls’ ark;
where we shall embark.

…so let’s glow in the dark.

don’t we all?

floating in space, we are of the same race.

looking for a place, we are on the same race.

a delicate lace or a mace, all but a meaningless face.

always being on a certain phase,

preparing just in case,

intrigued by every unsolved case that evolves into a craze.

can’t i set every hindrance ablaze?

because i just want to be an ace!

[ the luxury of loneliness ]

when everything falls out of places,

i’ll clean up the mess and never talk about it.

when everyone gives no attention,

i’ll hear with all my heart and never confess about it.

when everyday is pointless,

i’ll make it meaningful and never show that i care about it.

it’s not my right to be affectionate;

…it’s your privilege.

“You said there’s nothing for you to say

It would have happened either way

So it’s all right

I think the worst part of it all

You don’t know how beautiful you are

And that isn’t all right

Honey, I know you’re hurt

Even if you don’t put it into words

I want you to be all right.”

* The Luxury Of Loneliness by Her Space Holiday

The Morning After…

yesterday was pretty WARPED!!!

1. my dad and my (less than a year old) sister woke me up at seven in the morning.

2. my (five years old) brother came along and started rummaging through my playstation game collection.

3. my dad went to work and entrusted bro and sis to me.

4. my mom made breakfast for bro and sis.

5. i ate breakfast with mom and bro.

6. i rested in my room, while bro turned on the playstation.

7. i was (and still am) having a cold, and was totally swamped by it.

8. so as bro played some games after breakfast, mom accompanied him (and felt sorry for me).

9. babysitter took care of my dear sister.

10. i fell asleep, while mom tried (and failed) to understand terms from the games that bro played.

11. my grandma came, and asked us out for a lunch at plaza senayan.

12. so my mom was saved, but i wasn’t. there went my peaceful moment.

13. we went to the plaza, had lunch together.

14. dad called mom several times to check up on bro and sis.

15. bro held my hand as we walked.

16. bro and i posed as superheroes, and i was his assistant.

17. sis smiled back at me whenever i smiled at her.

18. bro was crying for new toys, so mom took him to the nearest toy store and bought him one.

19. bro was still crying and stomped my white shoes a few times.

20. mom and grandma tried to make him stop crying, but failed.

21. mom bought him another one.

22. bro once again became the oh-so-great superhero.

23. we went home, tired.

24. grandma went straight back to her house.

25. my cold got worse, but bro tagged along to my room and made me play early parts of spiderman 3.

26. he forced me to even when i told him i really need some rest.

27. my dad came back just to say that he’s going to pick up some clothes for my bro and sis.

28. i said to myself, “HELP!” as my dad went away.

29. dinner was ready, i ate with mom and bro.

30. bro wanted more of what he had for breakfast, so mom made him another one.

31. bro didn’t want to eat it by himself, so mom fed him, yes, as he played spiderman 3.

32. i took my medicine and started to feel drowsy.

33. this was it. my long lost good early night sleep.

34. fell out of consciousness in no time.

35. BAM! woke up at two o’clock in the middle of the night with lights already out.

36. looked down, found dad and bro sleeping in “the throne” (as in rolling bed that i love).

37. covered them with a blanket.

38. logged in to friendster. well it is a ritual of mine.

39. went to bed shortly after with a delayed idea to make this blog.

40. ZZZ.

* the ones who know me well would find this blog entry quite hilarious.

will you?

will you play with your hair when i call you?

will you be anxious everytime we want to meet?

will you laugh a lot when you’re with me?

will you notice if i’m not around?

will you look for me?

will you see or hear things that remind you of me?

will you smile when you remember our times together?

will you have a certain song for me?

will you want to spend more time with me?

will you feel safe when you’re near me?

will you share your stories, even your most embarrasing ones?

will you trust me even though i may be wrong?

will you want me to know about you even further?

will you want to know about me even further?

will you gladly show me who you really are?

will you finally give that certain song to me, and let us hear it together?

will you realize that we are something more than just friends?

will you feel even better about yourself because you have me?

will you like me to hug you?

will you love my little kisses on your forehead?

will you ask for more?

will you be overwhelmed by the chemistry between us?

will you feel like time stops when we’re together?

will you feel lucky to have me?

will you care for who i am, like i care for who you are?

will you know that i always look after you?

will you think of me as a very important part of your life?

will you be happy with me?

will you be sad to lose me?

will you see your future with me?

will you share your happiness with mine?

will you want to spend the rest of your wonderful life with me?

…will you marry me someday?

Bold. Italic. Underline. Strikethrough.

i am falling for you,

because when you are doing what you like, you are loving it
when you are afraid, you are facing your fear bravely
when you are sharing your thoughts, you are sharing them passionately
when you are loving yourself, you are loving everyone else
and when you are losing your way in life, you are knowing that it’s the way of living

waiting for you wouldn’t feel like a lifetime,

because when you are walking, i am running out of words for you
when you are talking, i am screaming for more of you
when you are smiling, i am laughing with you
when you are happy, i am overjoyed by you
and when you are sleeping, i am dreaming to be with you.

so, who are [ you ] ?

φίλοι

thanks for being such great friends,

because you gladly share your moments in life with me,
like i gladly share mine with you.

…can’t imagine living without you guys!

signal fire

trembling little footsteps wouldn’t make your heart collapse,
troubling mishaps wouldn’t cast your hope away.

you are every single spark of bravery in the world,
relentless and bold, yet calm and composed.

you are ready to follow your own dreams.

may you always have someone who share theirs, too.
may they trace your trembling footsteps and troubling mishaps back to where it all begin.

so you would start over.
so you wouldn’t have to wait forever.
so you would be someone’s lover.
so you wouldn’t be sad, ever.

let’s just hope for the best, alright?
i’m with you, all the way, whichever path you choose to walk on. 

dim light

great. just great.
bring me down, make me drown.
put me away, stay that way.
every single thing is just a fling,
and you are more than that.

can’t you see me?
i guess all things aren’t what they were anymore.
every move makes me sore, and i guess i’m just a bore.

so be it. maybe comfort wasn’t meant for me.
it’s okay, just let me be.
in time, i will be completely free, and we will once again see.

*it was just a two-way monologue about myself. nobody was involved in the process.

fireflies, stars, chocolate and poetry

time stops, everything works,
like little thoughts, trees and short lullabies;
a sudden burst of heartbeats,
a beautiful scenery,
fireflies, stars, chocolate, and poetry;
like a fine night in the city,
where every moment is an eternity;

oh God, what a delightful insanity!

Nostalgic!

Zidane, Dagger, Vivi, Steiner, Freya, Quina, Eiko, Amarant, go get Kuja!!!

* Third Disc *

t h e m i d d l e

                                                        some don’t actually see right

                            when they are stuck in the middle



because they only see what’s left.


05 : 05 . part two

we’re made up of little ideas, searching for a shelter.
tend to get lost along the way, and rarely find a way back.
but in the end, we just try to adapt,
to justify, to rationalize, to make sure "wrong" is "right".
…although "wrong" and "right" are just words.

sometimes, things don’t go as we planned;
mercilessly killing long-thought and detailed anticipations;
butchering our spirit, massacring our hopes;
leaving our body as their host, which is a slaughterhouse.

chaotic.

unbearable.

but classic.

there’s nothing to blame. there’s no one to blame.
there’s no "blame". there are only choices and consequences.

we shall survive anything.
as long as we have a strong will to choose the lesser of two evils.

The Rescue

It’s a music album by Explosions In The Sky, and it’s a fine piece of art.

I feel enlightened every time I indulge myself into the album. It’s very comforting and really keeps me going.

Not every one would feel the same way, but I had two people at a time who enjoyed it today. They (Rifki and Oliph) sure had their own opinions, but one thing we all have in common is the word "contemplative".
Hmmm… interesting…

Contemplation could end up either inspiring or depressing, but I guess today’s got the better of it.

I was listening to "The Rescue" with Oliph when a little suggestion to put the mood into words came. So be it, spontaneity would be interesting. And to spice things up, we agreed to take turns writing one line at a time. She did the honor to write first. We didn’t have a clue what the theme would be about. We just wrote whatever popped into our mind, and it turned out just fine.

Two separate minds with totally different backgrounds created a spontaneously good patterned-writing. Poetry? I don’t know. But what I do know is, sometimes inspiration comes in such humble and everyday way. And sometimes small things mean a lot. One person’s trash could be another person’s treasure. And this is our treasure. Because we really put ourselves and that certain mood into it.

Seperti menatap kesendirian di depan mata
Meninggalkan keramaian di belakang raga
Perlahan diam merangkum kedalaman jiwa
Memeluk cita, merayakan rasa
Cinta menjentik yang tak tersentuh sebelumnya
Kebangkitan asa, melembutkan dan menguatkan pada saat yang sama

Titik kesempurnaan dan kemanusiaan jadi satu
Kepingan-kepingan kecil berbaur, larutkan pilu
Lebih ampuh dari obat antibiotik manapun
Lebih murni dari perasaan apapun
Lebih dari kata-kata yang tertulis di puisi roman apapun
Bahkan lebih megah dari alam semesta sekalipun
Tiada rantai yang bisa mengurungnya
Samudrapun takkan mampu menggulungnya

Semua orang boleh bercerita tentang cinta
Tapi takkan ada aksara yang akan mampu memaknainya.

- fin -

i’m just…happy.

o m e g a

libralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibra
libralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibra
libralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibra
libralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibrali
libralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibral
libralibralibralibralibralibrlibralibralibralibralibralibralibrallibralibralibralibralibr
libralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibr
libralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibr 
libralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibral 
libralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralib ralibralibralibralibral
libralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibr
libralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibrali
libralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibrali
libralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralib
libra
libralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralib
libra
libralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralibralib

05 : 05

dawn.

this is an important part of a day.
the luxurious silence, the moment of truth.
to contemplate, to hope, to be enlightened.

believe.

surprises would come in most modest ways.
majestic fragments, sparkling dusts;
like tiny diamonds and a heart of gold.

the future [ relativism].

the present is closest to the future,
but attached to the past as well.
the past could be a present, and a future.
"future" exists because of "past",
and there is a "present" in the middle.
the present and the past were once the future.
and the future will once be the present as well as the past.

all is well that ends well.

remember where we started from.
know where we are now.
think about our own ideal future.
decide on our own path.
believe in ourselves…

…and the art of smiling on a magnificent dawn.

have you smiled one yet today?

…i am…
…running out of…words…

you took them…with you…

tonight, tonight

it all started with an orange
then came the world
and the world became us

in no time
we got bigger than the world
and we grew beautifully,
day after day

..and those days became the most amazing moments in my life

beforesunrisehopesandovalcomfortingnightlightseternalsunshineofthespotlessmind
dawnseekingeqswa
ramargojcocapsadaysfloodtakingsillypicskwangtungsmsmarathon
explosionsinthesky
cloudnineskypebeforesunsetbabykoalastrawberrymoussewhitelily
crashintomed
eathcabforcutietalking12hoursstraightlittlelaughsbiglaughspurechemistry
gr
eatjokesfaceexercisethepolicespontaneoustripsmp3sandmanymore

The Cure

random thoughts about the cure

Mr. Robert Smith           a glimpse of hope for mankind          antonym : the ailment

inspirational moments                                               sometimes expensive

  get married someday                  live concert in Singapore                    will last

                        sure and pure                               chemistry

brand new                                    deep                                   life

    God                            strengths and weaknesses                       understanding

        family                                         eternal sunshine of the spotless mind

with determination                                                                      trust

laughter                                       eating spree                                    simply silly

                                                         you

the greatest nonsensical theories of mine. not.

God creates everything in a divine balance.

example:
i cannot exist without you.

God creates human mind to be perceptive in its own way.

example:
i want to completely commit, because you are undeniably worth my life.”

God creates feelings and emotions so that we can be passionate about life.

example:
i am constantly falling for you, over and over again. i am having butterflies in my stomach everytime you are around. i am tremendously excited and no words can perfectly describe this feeling!

God creates what we call “problems” to enhance our skills in living life to its fullest.

example:
i don’t know what will happen, but i completely understand you and your situation. i will try to endure everything so that we can concentrate on your happiness.

God creates instincts to heighten our senses of an upcoming or ongoing phenomenon.

example:
reasons aside, i feel that you are my other half. i always have this strangely familiar and very pure feeling about you.

God creates humans as imperfect beings, so one’s weaknesses would be supported by others’ strengths.

example:
i feel that we can confront anything much better, together. because you complete me.

God creates humans to be thankful and think positively.

example:
thank God! i am living, i have my dearest ones, i stand by my idealism, i am gifted, i have many potentials, i am free to choose my future, and i have found my perfect rhyme!

God creates you to be YOU!

example:
you are one in a million. you are unique in many beautiful ways. you are dazzling. you are smart. you are nice. you are cute. you are funny (and silly, too!). you are good-willed. you are very caring. you are unforgettable. you are the happiness of mine. you are everything! you deserve to be trusted, respected, cared and loved until my dying breath.

Amen.

i am a living dead

i feel numb.
my skin are deteriorating, my flesh has left me.
i am dragging my legs across the darkened corridor.
blood-stained, out of focus and freezing up fast.

am i already dead?
am i having a horrific dream?
please wake me up,
sing me a lullaby,
grant me such great dreams..

where i can sing,
smile,
laugh at silly things,
eat,
drink mineral water,
walk,
run as fast as i could,
jump,
fly to wherever i want,
be optimistic,
inspire my dearest ones
and be tremendously energetic at the same time!

go ahead and try, if you really care!
as if anyone really cares…

so here i am, at the end of the corridor,
in front of a worn-out wooden door.
crashing onto the floor,
helpless, like a forgotten folklore.

could i reach the door?
would i open it and find happiness outside?
should i hope to be alive once more?
but my humanly figure had abandoned me.
my spirit had been taken away from me.
and i am hopelessly trying to cheat my own destiny.

lucky me.

crash into me

we are just kids in the eyes of Joel and Clementine,
yet we crave for each other’s presence as well as them.
we are too ordinary for a magic,
yet magic happens in simple, ordinary ways.

moments will be memories,
and memories will become treasures,
that feed our souls’ greed to reminisce,
to tell good tales of our past,
so that we can live in the present,
and there will be no future if there is no present.

close your eyes,
listen to your own heart and find mine.
the chemistry will overwhelm you calmly,
and you will feel what Celine feels.

…like I feel what Jesse feels.


“You’ve got your ball
You’ve got your chain
Tied to me tight tie me up again

Who’s got their claws
In you my friend
Into your heart I’ll beat again

Sweet like candy to my soul
Sweet you rock
And sweet you roll
Lost for you I’m so lost for you

You come crash into me
And I come into you
I come into you

In a boys dream
In a boys dream

Touch your lips just so I know
In your eyes, love, it glows so
I’m bare boned and crazy for you

When you come crash
Into me, baby
And I come into you

In a boys dream
In a boys dream

If I’ve gone overboard
Then I’m begging you
To forgive me

In my haste
When I’m holding you so girl
Close to me

Oh and you come crash
Into me, baby
And I come into you

Hike up your skirt a little more
And show the world to me
Hike up your skirt a little more
And show your world to me
In a boys dream.. in a boys dream

Oh I watch you there
Through the window
And I stare at you
You wear nothing but you
Wear it so well
Tied up and twisted
The way I’d like to be

For you, for me, come crash
Into me”


Dave Matthews - “Crash Into Me”

en . garde

perfectly timed, solar eclipse primed;
creating a grand illusion, conceiving corona with rhyme.

why must i feel a certain joy with a sorrowful face?

you are the shadow that lurks in every corner;
waiting to be vanished when the sun emerges again.
just give me one reason;
to understand this pointless treason.

how can you be sure when you are not pure?

so here i am, blatantly concealed, and masochistically healed.

what must i feel, when nothing is real?

remember this:
what has not lost can never be found;
and the one already lost should not be found.

stay awake, my deep sleep!

2:47

i’m reasonably fine.

is that a well-said sentence?

OK. now let me define “fine” :

constantlyparanoidTOOMUCHCIGARETTESalittlebitlonelyEXCESSIVELYCONTEMPLATING
MEANINGLESSVARIABLESannoyingbackpainSTRAINEDMUSCLESnomoneyatall
SOMANYDEADLINESsorethroatREPEATING:SUEDENEXTLIFEtworpgswaitingtobefinished
COVERLESSBEDCOVERanemptyglassWHENIMSOF***INTHIRSTYmisplacedbelongings
TREMOLOASTHESOLOtheorieswithoutanyproofSTRANGESMELLFROMACROSSTHEROOM
thinkinghardforoveranhourjustforablogARROGANTADSFROMACELLPHONEPROVIDER
unfinishedbusinessesDISTORTEDMEMORIESalonglosthappinessFEELINGBLUEWITHOUTACLUE
*beep**beep**beep*CENSOREDTHOUGHTSeternalsunshineofthespotlessmindMEASMYSELF
monotonictunesABULLETPROOFBULLETINBOARDatrainofsingalongsongsMUSICINDUSTRY
shakiraLOSTSOULSconformityNATURALDISASTERSradjaSLEEPINGPILLS
astereomindinamonoworldVALUEDBILLSwhiteliesandthecouplescomedyOVERLOADEDHEAD
disturbedpeoplewhodecidedtoreadthisuntiltheveryendYESITSYOUINCASEYOUDIDNTNOTICE.

so, here i am, reasonably “fine” with my own definition of it.

what’s yours then?

cheers.

note : please defrag my brain.

jalur ekspres tanpa henti
berekspresi tanpa arti
sarat esensi tanpa inti
bereksistensi tanpa hati

*cut!*

JANGAN! APA ARTINYA? JAMAN! APA JADINYA?
JALAN! APA ARAHNYA? JAJAN! APA MAUNYA?

*cut!*

SinI sAna LalU lAlaNg
NaiK TuRun bAwa UaNg
puLanG PerGi mOdAl ilAnG
KasAk-KuSuk nAmbAh uTaNg

*cut!*

ah lo semua brisik bgt!!! gua lg males mikir!!! …zzZZzz

Kingdom Party

one red light. one thousand sparks. one million wishes. infinite bliss.

B I U S.

mengalir perlahan di nadi-nadiku.
melambat. berat. hangat.

terbuailah jiwa yang lirih.
terhiburlah. terselamatkanlah. tersenyumlah.

rasuki relung-relung pikiranku.
bergerak maju. melaju. terpacu.

tuntunlah bahagiaku dengan warnamu.
mengusir sunyi. menunjukkan diri. menemukan arti.

jiwa raga kita ‘kan lepas dari kekangan masa.
harapan kita ‘kan melebur dan menyatu.
keraguan kita ‘kan hilang terbinasa.
dan seluruh semesta ‘kan mengharu biru.

merayakan perasaanku.

merayakan perasaanmu.

selalu.

selamat tidur, senja!

bangkitlah, wahai harapan!
jelanglah kehidupan

bangkitlah, wahai kehangatan!
selimuti ketakutan

bangkitlah, wahai aksara!
tuturkan segala cerita

bangkitlah, wahai tawa!
buat segalanya ceria

tunggu, ini jam berapa?
18 : 54? belum waktunya kau terbangun!

selamat tidur, senja!
sampai jumpa saat itu.

Transatlanticism

Night lights that glow
flash us yellow

Midnight rain washes our sorrow
and keep the city mellow

Fingers intertwine
Yours with mine
The feeling is fine
Like 200 years old wine
Everything else could be far behind

So let’s go
Just take it slow
But don’t let go…

Just don’t let everything blow.

1000 words silently spoken

You are 1000 words silently spoken. 1000 smiles without a muscle.

Never hollow. Guilty pleasure for tomorrow. And the cure that i follow.

You are sparks.

You jolt my dying senses. Electrochute my braincells. Slowly taking chances. With no past tenses.

You are who i have been. You are who i am. And you are who I would become.

You are my perfect rhyme

that chime

…and you will shine from time to time.

Insomniacs are the true “Early Birds”

knp kita (para insomniacs) merasa PALING hidup di malam hari, saat org lain tertidur?
karena sebenarnya kita adalah org2 terpilih yg menyadari bahwa permulaan hari = awal dari segala aktivitas yang manusiawi..
di saat-saat ini semua ide akan mengalir dengan sendirinya, semua perasaan akan keluar dengan sendirinya, dan semua inspirasi akan datang dengan sendirinya..
di saat-saat ini pula koordinasi antar indera mencapai titik paling peka untuk merasa, berbagi, menggali dan menaungi..

nah, skarang tebak jam berapa permulaan hari terjadi?

BINGO!!!

it’s 00:00 ladies and gents, and you know it!

hidup INSOMNIACS!!

p.s: and don’t forget to listen to post-rock bands while you’re at it.

This is me.

can’t see a thing? sama!

coz i’m spontaneous.

V for Velajaranhidupdimalamulangtaunwulan

suasana malam diterang bulan (yg bikin cewe-cewe sensi) disinari sejuta bintang (botol gede)

Dity* : eh lg dingin2 gini enak minum yg ” anget2 ” ni..

T*tang : GOKIL lo ganteng bgt di*! (loh?ga gitu ya ngomongnya?dia ngomong apa ya?sudalah)

berdua masuk ke rumah kayu, dengan sumringah bertanya kepada yg lain

” SUDAHKAH ANDA BERKACA HARI INI ? “ (audience: YEEEEEE JAYUS!!!! SAMBIT AJE PAKE BINI GUA!!!) <——- oot

<<< rewind

berdua masuk ke rumah kayu, dengan sumringah bertanya kepada yg lain

“pd mo yg ” anget2 ” ga guys?”

*ngga : yg anget2?pa’an tu?

Ta*ang : itu tuu..” V “

Angg* : V? Vi? apa sih?

Tatan* : aaahh sok2 ga tau ni..” V “ ! ” V “ ! yg anget2! (mulai ga sabar)

An*ga : V? apaan sih kamsud eh maksud lu?

*itya : ituuuuuu…ituuuuuu (ditambain distortion dikit + delay + reverb biar kaya musik2 suges) masa ga tau siii…” V “!!!ANGET-ANGET!!!

A*gga : ………………………………….
……………………………………………..
……………………………………………..
…………………………………………….
………………………………………………
……………………….maksudnya v i k a? (muka polos kaya anak SD blajar bolos, tutur kata penuh keraguan primata, berbanjir keringat yg membuat wanita teringat-ingat)

“…………………..” <—– gerak tubuh lunglai beramai ramai

let’s be significant!

[akhirnya pny blog jg hehehe..] *mic noise* ehm hm..perkenalkan saya anggota baru komunitas ini, mohon petunjuknya.. *mic noise gets louder*
uhmm..hmm..saya masih newbie disini..blm tlalu mengerti..ngrasa agak linglung nih..but i’ll try my best..

okay..hmm..here we go..
small things are nice.. coz they’re unsignificantly significant, if you know what i mean..
kita bs bljr byk hal yg berguna bwt hidup kita dr hal2 kecil..slh 1 contohnya ya dr fasilitas maya ini..wlpun mungkin kadang menurut kita ada omongan yg ga penting/ ga jelas/ aneh/ bizzare/ kinky (?)/ masokis (??)/ dll, tp g yakin semua org punya semcm emotional bond dgn apa yg mrk tulis/ pikirkan..apapun yg uda bhubungan sm perasaan pasti mengandung kejujuran..tp ternyata byk bgt kejujuran yg luput dari penglihatan, krn kita sibuk mencari apa yg salah, berusaha membangun image sebaik mungkin, & berusaha menambah “bobot” pengetahuan yg kita perluin,apalagi di masa2 dewasa muda - a deadly transitional phase [hey..a quite good title for a new song]..anyway, kejujuran itulah yg membuat g menghargai bgt semua pendapat..g dikasih kesempatan merasakan apa yg kalian rasakan, g bs bljr dr kalian, g (mungkin) bs bertukar pikiran dgn kalian, & i feel alive when hopes, wishes, sparks, crushes, ups and downs and everyday things intertwine..i enjoy listening, even when you’re not around (physically)..ga ada yg namanya salah / benar, kecuali kita sedunia pny background kehidupan & kepribadian yg 100% sama, dan itu sangatamattidakmungkin, absurd ! so, let’s start our daily dosage of sharing..find someone to trust and let everything out..we’re all unique in our own wonderful ways, so let’s be proud of ourselves, and don’t be afraid to have some attitude..let’s animate different colors ~ LET’S BE SIGNIFICANT!
cheers!